KARAKTER TOKOH UTAMA DAN PESAN MORAL NOVEL MASIH ADA HARI ESOK KARYA PIPIET SENJA (SIGMUND FREUD)

Authors

Keywords:

psikoanalisis, karya sastra, karakter, pesan moral, novel

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkankarakter dan pesan moral yang terdapat dalam tokoh utama novel “Masih Ada Hari Esok” karya Pipiet Senja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, objek dari penelitian ini adalah sebuah novel dengan judul “Masih Ada Hari Esok” karya Pipiet Senja. Data dalam peneltian ini adalah yang diperoleh dari deskripsi pembentukan kepribadian berupa interaksi antar tokoh, cerita, sumber, dan kutipan berupa  nilai  ketuhanan, individu, dan sesama. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan psikoanalisis (Teknik evaluasi keperibadian) yang dikembangkan oleh Sigmund Freud.Dari hasil pembahasan dan kajian novel “Masih Ada Hari Esok”dapat disimpulkan karakter tokoh utama dan pesan moral novel tersebut adalah sebagai berikut: Tokoh utama Adinda dari novel tersebut ia sering disebut sebagai penyebab dan subjek kecelakaan.Tokoh protagonis yang bernamaAdinda adalah seorang gadis cerdas, cantik dan periang yang menderita penyakit langka disebut Talasemia, penyakit darah bawaan. Ini berarti bahwa ia sakit sejak lahir. Penyakit yang diderita tokoh tersebut yaitu faktor bawaan dan faktor keluarga sangat mempengaruhi kepribadian tokoh utama Adinda dalam novel “Masih Ada Hari Esok”. Dari novel tersebut terdapat berbagai kisah yang dapat diambil hikmahnya atau pesan moralnya, yaitu: (1) pesan moral hubungan antara manusia dan Tuhan, (2) pesan moral individu atau hubungan antara manusia dan lainnya sendiri, dan (3) pesan moral sosial individu dengan lingkungan sekitar yaitu aspek hubungan manusia dengan Tuhan. Sedangkan semangat hidup, semangat juang yang tinggi, ketabahan, kesabaran, dan ketawakalan yang dimiliki Adinda merupakan bagian dari aspek pesan moral individu atau hubungan manusia dengan diri sendiri. Aspek hubungan pesan moral sosial meliputi saling membantu, solidaritas, berbagi, saling menghormati dan saling perduli.

Published

2023-02-03